Tapaktuan, 26 Desember 2011
Yth.
Bapak
Presiden Republik Indonesia
di,-
Istana Kepresidenan
Salam sejahtera untuk Bapak Presiden
Pertama saya
merasa sangat senang sekali karena bisa mengirimkan sepucuk surat untuk Bapak Presiden.
Sebelum saya menyampaikan isi surat saya ini, lebih baik saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. Saya merupakan salah satu pelajar Aceh, yang menuntut ilmu pengetahuan di Sekolah
Menengah
Atas
Negeri Unggul Aceh Selatan dengan nama Akmalul Hilmi SN atau biasa dipanggil Akmal.
Ada suatu hal
yang ingin saya sampaikan kepada Bapak Presiden, terkait masalah Lingkungan
Alam di Indonesia, terutama di Aceh.
Bapak presiden
yang saya hormati
Terdengar kabar
baru-baru ini disalah satu majalah, bahwa Status tiga Taman Nasional di
Indonesia akan dicabut dari warisan alam dunia, yaitu salah satu nya Gunung
Lauser yang ada di Aceh. Seperti yang
sudah kita ketahui bersama juga, dengan terpilih nya Tiga Taman Nasional
tersebut, Indonesia di berikan penghapusan hutang luar negeri dari federasi
Jerman.
Salah satu
yang membuat saya ingin mengirimkan
pesan sederhana ini kepada Bapak Presiden adalah, karena saya merasa peduli
dengan lingkungan alam sekitar. Sebenar nya, walaupun hanya sekedar isu ataupun
bisa menjadi kenyataan, hal ini sangat memperihatinkan Bangsa Indonesia, karena
kenyataan nya dulu Bangsa ini memiliki lingkungan warisan alam dunia yang di
akui oleh PBB melalui lembaga UNESCO.
Tapi sayangnya pada saat ini lingkungan alam yang dulunya di percaya
sebagai warisan alam dunia, malah mendapat isu yang tidak enak untuk di dengar.
Status sebagai warisan alam dunia pun kini tergantung. Siapa yg mesti di salah
kan disini. Saya merasa pemerintah kurang Profesional dalam hal menjaga Taman
Nasional ini. Pemerintah hanya memprogram kan suatu kinerja saja, tetapi tidak
maksimal dalam merealisasikan nya di dalam pengawasan dan penjagaan secara
ketat di lingkungan Taman Nasional tersebut.
Jadi, pencabutan
status ke tiga Taman Nasional ini bisa jadi dikarenakan daerah yang dulunya
masih asri sebagai habitat yang dilindungi, kini malah menjadi tempat untuk
mencari keuntungan dan kesenangan semu semata. Ke tiga tempat itu kini menjadi
tempat pemburuan liar dan tempat penebangan hutan secara bebas. Terutama sekali
di Aceh ini, tepat nya di bukit barisan Gunung Laueser. Kini
tempat tersebut bukan menjadi tempat warisan dunia lagi, malah kini menjadi
tempat mencari nafkah bagi para penebang pohon ilegal dan pemburu binatang langka.
Hal itu bisa terjadi, karena kurang nya respon dari pemerintah dalam hal
menjaga hutan Lindung tersebut.
Seharus nya
pemerintah memiliki tanggung jawab yang besar dalam hal ini, saya sebagai pelajar
di daerah Aceh tepat nya Aceh Selatan, merasa sangat prihatin akan
hal ini pak, sebelum isu pencabutan status Taman Nasional Gunung Lauser
tersebut terjadi, saya mohon kepada Bapak Presiden dan Pemerintah agar segera
melakukan renovasi dan kajian langsung ke lapangan tempat Taman Nasional Gunung
Lauser itu, sehingga dapat dengan tegas dan profesional melakukan
tahapan-tahapan pemulihan kembali terhadap Taman Nasional Gunung Lauser
tersebut.
Bapak Presiden yang saya hormati.
Hanya ini yang dapat
saya sampaikan, semoga Bapak bisa membantu masalah ini,
mohon maaf atas segala kesalahan, dan kekurangan. Senang sekali
dapat menyampaikan aspirasi kepada Bapak. Terimakasih
Hormat kami
Akmalul Hilmi SN
0 komentar:
Posting Komentar